Kenapa saya perlu membaca buku ini?



Karena saya seorang usahawan progresif yang sadar harus memanfaatkan peluang bisnis di setiap lini. Tak ada salahnya bagi saya melirik dunia peternakan atau dunia bisnis kelinci yang luar biasa menjanjikan dan bisa dilakukan di manapun saya berada. Sekalipun saya bukan peternak dan tidak akan beternak langsung tapi tidak ada salahnya saya melirik peluang potensi ternak dan bisnis kelinci. Cepat atau lambat saya akan masuk ke dunia perkelincian. Kemungkinan saya akan melakukan investasi untuk ternak kelinci kepada mereka yang sungguh-sungguh mau mengembangkan peternakan kelinci dengan modal saya. Membaca buku ini adalah langkah awal sebelum masuk ke kawasan luas dunia perkelincian. Bagi saya ilmu pengetahuan yang lengkap adalah kata kunci. Tuhan menganugerahkan akal budi kepada kita agar selalu cerdas memanfaatkan ilmu pengetahuan. Dan buku ini adalah sebuah karya baik karena membimbing ke arah pengetahuan di bidang tersebut.

Karena saya seorang ibu rumah tangga yang tidak ingin memubadzirkan waktu dan kesempatan memanfaatkan potensi bisnis sampingan dengan memelihara kelinci di rumah. Saya tahu bahwa kelinci bukan hanya penghasil daging, melainkan sebagai penghasil uang dan penghasil kebahagiaan sehari-hari. Kehidupan modern yang begitu keras membuat kita harus mengimbangi dengan banyak bergaul dengan satwa. Ibu rumah tangga adalah sosok yang paling tepat untuk mengelola kelinci, lebih tekun, pembersih, perhatian dan memiliki kasih sayang terhadap hewan. Anak-anak saya bahagia berhibur setiap saat dengan adanya kelinci di rumah. Tetapi banyak pengalaman ibu rumah tangga memelihara kelinci gagal. Saya sadar bahwa satu hal yang penting dari kegagalan itu ialah mengabaikan ilmu pengetahuan pemeliharaan. Dengan buku ini saya mendapatkan solusi praktisnya. Selain buku ini penting bagi pemelihara, juga penting sebagai pengetahuan kehidupan untuk anak-anak saya. Sekalipun buku ini berbicara tentang kelinci tetapi sesungguhnya sangat inspiratif untuk pembelajaran hidup sehari-hari.

Berbagai gambar kelinci dan petunjuk dalam buku ini sangat menyenangkan dibaca. Kita juga mendapat banyak ilmu pengetahuan tentang kandungan serat, perlunya keseimbangan pakan, kebersihan, perhatian dan lain sebagainya.

Karena saya seorang peternak kelinci. Selama ini saya sudah mengembangkan ternak kelinci. Pengalaman lapangan memang sangat penting, tetapi jika hanya mengandalkan praktek lapangan untuk mendapatkan ilmu terlalu lama. Solusi terbaiknya ialah membaca buku ini. Buku ini menghadirkan kiat-kiat praktis yang nampaknya banyak dikembangkan dari praktek sehari-hari di lapangan. Kalau selama ini buku pemeliharaan kelinci cenderung teoritis, maka buku ini berbicara lain dari yang lain. Tak ada ruginya mengeluarkan uang untuk sebuah pengetahuan yang dengan itu saya akan tahu banyak cara meraih sukses beternak kelinci.

Karena saya seorang pelaku bisnis di sektor agrobisnis dan agroindustri. Pada prinsipnya dunia pertanian tak pernah terpisah dari dunia peternakan. Tetapi tidak semua peternakan bisa dilakukan oleh kami. Pupuk adalah kebutuhan mutlak dunia pertanian. Dan pupuk kelinci termasuk air kencingnya adalah aset paling berharga untuk kesuburan tanaman. Saya harus membaca buku ini untuk mengetahui seluk beluk peternakan kelinci serta pemanfaatan pupuk kelinci.

Karena saya seorang pejabat publik. Sebagai pejabat saya harus kreatif mencari terobosan usaha yang menjanjikan rakyat banyak. Potensi kelinci selama ini saya dengar sangat menjanjikan, tetapi belum optimal dikembangkan. Melalui buku ini saya akan tahu bagaimana potensi itu digali, untuk kemudian akan kami jadikan pijakan menggulirkan ide beternak kelinci bagi masyarakat. Masyarakat tidak cukup diberikan bantuan modal dan dorongan moral semata. Ilmu pengetahuan adalah kata kunci untuk menuju tangga kesuksesan menjalankan usaha baru.

kata mereka tentang buku kelinci

Sepuluh tahun yang silam saya memulai beternak kelinci di rumah (Lembang Jawa Barat). Saat itu saya hanya belajar dari orang-orang tua yang sudah memelihara kelinci sebelum saya. Pelan-pelan sekali pengetahuan saya bertambah. Sekalipun pengetahuan ternak dari Praktek adalah guru terbaik, tetapi itu tak cukup. Saat itu saya sudah merasa butuh banget buku-buku panduan. Sayangnya saya hanya mendapat buku tipis tentang ternak kelinci. Sekarang lain ceritanya. Beberapa buku kelinci telah terbit, dan terakhir saya mendapatkan buku yang ditulis sdr Faiz ini. Saat menuliskannya dia suka main ke tempat saya dan bertanya banyak hal. Upaya penulisan itu sendiri membahagiakan tentunya. Dan saya senang meladeni diskusi dengan penulisnya. Buat saya buku itu sangat penting karena akan membuat kita lebih cepat dan memiliki banyak pandangan tentang kelinci. Dengan kata lain kita ini harus belajar dari banyak hal, selain dari ketekunan praktek, juga harus belajar dari buku. Jangan berpikir harga 60ribu itu mahal. Ilmu itu sendiri sangat mahal harganya. Semoga hadirnya buku tebal ini bermanfaat.

(Asep Sutisna,-pemilik peternakan Kelinci Asep Rabbit, ahli pembuat pakan kelinci di Lembang Bandung. Salahsatu narasumber buku Kelinci: pemeliharaan secara ilmiah, tepat dan terpadu).

Tebal sekali. Saya langsung menelpon dan memberikan ucapan selamat. “Tak ada buku setebal ini tentang kelinci,” begitu respon saya polos. Sebelumnya ia selalu banyak menelpon saya berkaitan dengan rencana penulisan buku. Sebuah ide yang bagus tentunya dan sebagai peternak saya sangat mendukung hal itu. Saya pun tak keberatan ketika diminta kata pengantar untuk buku dan beberapa permintaan ide yang diminta Mas Faiz. Sebagaimana yang sudah saya sampaikan dalam kata pengantar itu, dua hal terpenting akan saya sampaikan singkat di sini. Pertama, ilmu itu sangat penting untuk meraih kesuksesan, apalagi dalam hal mengurus peternakan. Sekalipun sebuah buku tidak bisa jadi jaminan memandu dalam segala hal, tetapi kita wajib mempelajarinya. Kedua, buku ini sangat penting menjadi salahsatu sumber pengetahuan karena uraiannya yang mendalam dan berhasil memadukan antara teori dan praktek. Saya menyarankan agar para peternak atau siapapun membaca buku ini. (Mu’tazim Fakkih, peternak kelinci di Klaten, pengantar buku KELINCI; pemeliharaan secara ilmiah, tepat dan terpadu).

Membaca buku ini saya dan suami jadi tahu beberapa hal mendasar yang selama ini hanya kami duga-duga. Soal kembung kenapa? Tak banyak orang tahun tentang penyebab kembung. Dari buku ini kemudian kami tahu penyebabnya, bukan angin atau karena suhu, melainkan stres atau penyebab lainnya. Penyediaan pakan juga lebih realistis dengan menawarkan banyak pilihan. Sebelum membaca buku ini sebenarnya saya sudah menyadari kelinci harus memiliki perlakuan khusus yang tidak sama dengan hewan lain. Dari berbagai ulasan inilah kita diajak kreatif menentukan pilihan-pilihan yang tepat dalam hal makanan. Soal kesehatan, pengobatan dan pencegahan buku ini menjadi kamus sehari-hari. (Evita Rukmani, Ibu rumah tangga. Hobbys kelinci Rex dan Lop di Bogor).

Dulu saya selalu percaya saja pada omongan penjual kelinci di pinggir jalan. Kelinci kecil-kecil di bawah umur satu bulan dibawa jarak jauh katanya aman.Beberapakali membeli mati terus, padahal saya memberikan perawatan dan makanan secara baik. Setelah baca buku ini saya jadi tahu ternyata tidak sembarangan membeli anakan kelinci. Harus selektif. (Rudi Hartono, general manajer perusahaan di jakarta. Pemelihara kelinci hias di Ciputat).

Buku ini memberikan kesaksian kepada kita jalan kekayaan itu ternyata bisa diraih melalui ternak dan bisnis kelinci. (Surya Atmaja, petani agrobis Garut)

Memelihara kelinci itu gampang-gampang susah. Persis seperti memelihara kuda. Tetapi percayalah, dibalik kesulitan itu ada yang fenomenal. Dan buku ini memberikan cara terbaik meraih sukses ternak dan tani sekaligus. (Ir Purnomo, peternak Sapi dan Kelinci di Sleman)

Membaca buku ini kepala jadi pusing. Rumit juga ternyata beternak itu. Tetapi setelah berulang-ulang membaca secara serius pikiran jadi byar, cerah. Ngurus kelinci pun jadi mudah. (Kumedi Abdul Syukur, petani dan peternak kelinci, Magelang)



===============================================================

Layanan pembelian langsung bisa dilakukan melalui Distributor Nuansa Cendekia Sdr Hasyim (0818638038). Telp 022-76883000. Faks 022-7834013. Email: nuansa.market@gmail.com. Alamat Penerbit Nuansa Cendekia. Jl Vijayakusuma II/E-06 Ujungberung-Bandung 40619. Atau bisa didapat di toko-toko buku gramedia, toga mas, gunung agung dan lain sebagainya.

Jalan Baru Kehidupan

Setiap orang ingin kaya. Itu manusiawi. Berbagai impian direntas melalui perjuangan hebat, melelahkan dengan mengorbankan usia. Tak semua bisa sukses, terlebih orang Indonesia ini kebanyakan berpikir gaya ikut-ikutan arus. Sudah saatnya kita membuka mata batin dan mata pikiran secara jernih.
Ada banyak sektor usaha yang selama ini kita abaikan, salahsatunya adalah sektor peternakan. Hampir setiap orang sadar bahwa peternakan sapi, kambing atau domba telah memberi bukti kesuksesan. Tetapi beternak konvensional semacam ini tidak mudah dilakukan. Ternak domba misalnya, membutuhkan lahan yang luas, pasokan rumput di area khusus pertanian. Ini yang sering membuat usahawan kota mengalami kesulitan. Hanya mereka yang bermodal besar; mampu membeli tanah, mampu menggaji pekerja.
Bagaimana kita bisa beternak dengan cara yang paling mungkin dilakukan? Solusinya adalah beternak kelinci!. Ya, kelinci adalah hewan ternak sekaligus hewan piaraan yang paling menjanjikan, paling mudah dilakukan siapa saja. Sementara Anda boleh tidak percaya. Tapi jika Anda adalah orang cerdik berjiwa kreatif pasti berkenan melirik usaha ternak kelinci. Pelajarilah secara baik-baik seluk beluk ternak kelinci ini. Pelajarilah agar hidup Anda berubah segera; berubah dari ketidak pastian mengarah ke arah yang lebih pasti. Menjadi kaya itu mulia. Dan beternak kelinci adalah cara cerdas menuju kemuliaan. Menjadi kaya itu harus kreatif dan berani mengambil jalan lain dari kebanyakan orang. Dan beternak kelinci sesegera mungkin adalah cara cerdas yang tak perlu ditunda-tunda lagi.
Belajar sebelum melangkah adalah cara bijak. Cara terbaiknya adalah dengan mempelajari sungguh-sungguh melalui ilmu pengetahuan, bukan melalui pandangan-pandangan spekulatif atau asumsi dari mulut ke mulut yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Sudahi kebiasaan kita mendapat pengetahuan dari pengalaman orang yang sebenarnya tak pengalaman. Pengalaman buruk ternak kelinci di desa-desa yang selama ini kita pahami. Berubahlah dengan pikiran, dengan ilmu pengetahuan yang lengkap dan masuk akal. Buku ini bukan sekedar panduan teknis pemeliharaan, melainkan memandu kita semua menyadari bahwa kelinci memiliki nilai besar bagi kehidupan yang tiada terkira. Kelinci adalah makhluk kecil dengan potensi besar, besar mengalahkan potensi hewan-hewan piaraan lain. Siapapun bisa memelihara, bahkan jika hendak dipelihara di kota sekalipun.
Eksekutif muda, saatnya membuka mata dengan jalan pencerahan. Dan membaca buku ini bukanlah kewajiban para peternak, melainkan juga kita yang menghendaki perubahan hidup ke arah yang lebih baik. Sekalipun Anda bukan peternak, saatnya membuka pikiran untuk mengenal dunia bisnis kelinci secara lengkap dan terarah. Sebuah buku inspirasional bagi Anda yang ingin mengubah jalan kehidupan. Iqra! (bacalah). Ketahuilah!. Melalui buku ini satu peluang bisnis yang mudah dilakukan akan segera terwujud. Mereka yang sudah membaca buku ini merasakan pentingnya menggali potensi dari si telinga panjang.

Persembahan untuk Anda

Buku ini dipersembahkan kepada;
Calon usahawan. Bagi Anda yang memiliki modal puluhan atau ratusan juta akan mampu menghasilkan laba besar setiap bulan. Bagi Anda yang memiliki modal ratusan ribu juga bisa melakukan untuk usaha tambahan keluarga. Melalui ilmu pengetahuan dari buku ini, calon usahawan akan terpandu mewujudkan impian usaha baru yang lebih kreatif dan penuh peluang.

Pemda: Bagi para eksekutif di jajaran pemerintahan sudah saatnya melirik buku ini sebagai panduan pemberdayaan usaha rakyat. Potensi kelinci yang begitu besar untuk kemaslahatan rakyat selama ini terabaikan. Akar masalahnya adalah ilmu pengetahuan. Inilah syarat utama yang sering diabaikan. Berbagai pemda sering menggelontorkan dana untuk usaha peternakan kelinci, dan hanya sedikit yang berhasil. Buku ini memberikan jawaban-jawaban kepada para eksekutif di jajaran Pemda Kabupaten maupun Pemda Provinsi.

Akademisi. Kaum akademisi di perguruan tinggi, termasuk guru-guru sekolah dasar, menengah maupun atas sangat membutuhkan buku ini. Selain berisi panduan praktis beternak, buku ini secara panjang lebar mengulas wawasan dunia kelinci dan hewan lain. Dari buku ini kalangan akademisi akan mendapatkan banyak inspirasi, ide dan pengetahuan yang baik tentang dunia hewan pemamah biak.

Penghobi hewan hias. Mereka yang hobi dengan hewan hias sudah saatnya melirik surga kecil dalam kehidupan kelinci yang penuh inspirasi ini. Tak ada makhluk yang super inspiratif di dunia ini kecuali kelinci. Dengan kebisuannya, kelinci memiliki pesona gerak hidup yang sungguh luar biasa; lucu, manja, jinak, nakal dan kelakuannya tak beda jauh dengan anak-anak manusia. Siapapun yang ingin mempelajari kehidupan manusia, sudah saatnya belajar dari kelinci.

Usahawan Tani: Mereka yang sering disebut sebagai bisnisman di sektor agrobisnis atau agroindustri tak perlu membuang-buang waktu mempelajari dunia kelinci. Kalau tak hendak memanfaatkan dagingnya, pupuk dan urin kelinci memiliki nilai guna yang sangat besar. Kemampuan pupuknya menghasilkan tanaman berkualitas unggul sudah terbukti di berbagai belahan dunia. Memelihara kelinci adalah cara cerdas memajukan pertanian yang Anda kelola.

Orang tua bijak. Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi manusia yang manusiawi. Dan itu tak cukup diajarkan dengan pola hidup manusia. Kita butuh analog-analog bagi sang buah hati. Dan kelinci adalah cara yang paling mudah sekaligus inspiratif untuk memperkenalkan ajaran-ajaran kemanusiaan dari pola kehidupannya. Sekalipun kita tidak memelihara kelinci, dengan membaca buku ini kita bisa mengajarkan banyak tentang kehidupan yang baik dari kehidupan kelinci. Pola makan yang baik, kasih sayang antar sesama, menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan semua bisa didapatkan dari dunia perkelincian melalui buku ini. Orang tua bijak layak membaca buku ini.

Keterangan Buku

Ringkasan Buku Panduan Budidaya dan Bisnis Kelinci

Judul Buku: KELINCI
(Pemeliharaan secara ilmiah, tepat, dan terpadu).

Penulis: Faiz Manshur. Kata Pengantar:Mu'tasim Fakkih SE MM. Editor: Mathori Al-Elwa.
Penerbit; Nuansa Cendekia Bandung 2009.
Tebal: 284 Halaman 19 x 24 cm.

Buku ini bisa dikatakan paling lengkap dan rinci mengulas dunia perkelincian di banding buku-buku lain yang terbit di Indonesia. Di dalamnya memuat sembilan bagian yang membicarakan secara ilmiah dan detail mengulas seluk beluk dunia kelinci.

Bagian pertama menceritakan sejarah makhluk bertelinga panjang ini. Seluk beluk kelinci diulas dengan kacatama sejarah ini memberikan kesaksian kelinci sebagai makhluk purba yang mampu bertahan hidup dalam berbagai situasi. Memahami kelinci dalam konteks sejarah kita akan mendapatkan pengetahuan yang berharga. Sangat penting diketahui.

Bagian kedua mengulas karakter hidup dan kondisi fisik kelinci. Berbekal kajian yang mendalam soal biologi dan psikologi buku ini mengajak kita menyadari bahwa kelinci bukanlah jenis hewan yang bisa diperlakukan semau gue. Kelinci membutuhkan perhatian khusus untuk melangsungkan kehidupannya. Perlakuan kebanyakan orang menganggap kelinci sebagai hewan ternak selama ini telah banyak membuat peternakan gagal. Akibatnya; pemiliknya sedih, karena kelincinya bernasib tragis. Seperti anak-anak manusia, ternyata kelinci memang membutuhkan perhatian khusus dengan pendekatan psikologi.

Bagian ketiga kita akan diajak mengenal sisi kehidupan seksualitas dan pertumbuhan kelinci. Lagi-lagi kelinci telah membuktikan dirinya sebagai hewan unik yang berbeda dengan hewan lain. Siklus hormon seksual misalnya, sangat kontras berbeda dengan hewan ruminansia lainnya. Salah memperlakukan kelinci fatal akibatnya. Kegagalan pengembangbiakan yang selama ini terjadi karena para pemelihara kelinci tidak melihat aspek mendasar dari sisi biologis ini. Perhatian khusus dan tepat harus dilakukan jika ingin sukses beternak.

Bagian keempat. Setelah mengenal karakter dan biologisme kelinci pada bagian keempat kita akan diajak mengenal sisi dalam bagian pencernaan. Lagi-lagi, kelinci memiliki sistem pencernaan yang berbeda dengan hewan lain. Kesalahan menyajikan makanan sering kali berakibat menurunnya produktivitas. Tak jarang kelinci yang tidak memperoleh pasokan nutrisi yang baik sering kali mudah mati. Bagian ini mengulas seluk beluk sisi dalam pencernaan kelinci yang harus diketahui pembaca. Sekalipun bukan perkara sulit, tetapi membutuhkan pemahaman mendasar agar kelinci kesayangan Anda mendapat pasokan nutrisi yang seimbang.

Bagian kelima membahas masalah tata kelola hidup kelinci di dalam kandang. Ini adalah sesuatu yang tak kalah penting. Membuat rumah dan kandang kelinci secara asal-asalan akan membuat mereka stres dan tertekan. Kandang yang baik menjadi kebutuhan mendasar untuk kelangsungan hidup kelinci. Kelengkapan-kelengkapan kandang adalah suatu kebutuhan yang mesti dipenuhi. Bagaimana memenuhi kebutuhan rumah dan kandang kelinci yang tepat dan baik? Jawabannya ada pada bagian ini.

Bagian keenam adalah masalah yang paling sering ditanyakan oleh para pemilik kelinci. Kata kematian seringkali menjadi kata kunci dari pertanyaan ini. “Kenapa kelinci mati?” Jawabannya karena sakit. “Kenapa sakit?” Biasanya jawabannya geleng kepala. Hanya sedikit orang yang tahu masalah ini, yakni mereka yang sudah bertahun-tahun memelihara kelinci. Pengalaman satu dua tahun memelihara kelinci tak cukup menjadi bekal. Hanya melalui ilmu pengetahuan yang tepat masalah ini bisa dijawab. Ragam penyakit yang sebenarnya tidak berbahaya kadang dianggap berbahaya. Tragisnya, justru karena pengobatan yang salah membuat penyakit kelinci berkembang. Ada juga penyakit berbahaya tetapi dianggap sebagai penyakit ringan. Membaca bagian ini kita harus sabar dan telaten karena aneka ragam penyakit kelinci memang sangat kasuistis. Solusinya pun harus tepat. Tidak cukup mengobati kelinci dengan satu jenis obat, apalagi memakai jenis-jenis obat hewan lain. Pengenalan antibiotik alamiah maupun modern juga wajib diketahui kita semua.

Bagian ketujuh. Setelah urusan penyakit beres, kita akan diajak berkelana ke pemahaman potensi kelinci yang sangat luar biasa. “Tak ada yang tersisa dari kelinci” kata buku ini. Kelinci adalah makhluk spesial yang bisa membuat pemiliknya kaya-raya. Daging, pupuk, bulu, urin dan feses semuanya adalah harta berharga yang akan menjadikan setiap orang sukses meraup uang besar. Selama ini orang Indonesia menganggap potensi kelinci hanya dari satu dua sisi, padahal kalau kita mau cerdas, semua potensi itu bisa menjadi uang dalam waktu yang bersamaan.

Bagian kedelapan. Untuk meraih kesuksesan tentu saja dibutuhkan manajemen dan orientasi kerja yang baik. Potensi sebesar apapun tak akan jadi barang berharga jika kita tidak cerdas mengelola. Karena itu kita harus memiliki pemahaman yang terpadu dalam hal ini. Mitos-mitos kesuksesan dan kegagalan harus kita kenali. Pemberdayaan diri harus kita maksimalkan.

Bagian kesembilan pembaca akan mendapat panduan istilah-istilah peternakan, medis dan ilmu pengetahuan lain. Glosarium ini sangat membantu kita untuk memahami banyak hal yang tidak ketahui.

Akhirulkalam, buku ini bukanlah sekedar berisi kiat beternak. Buku ini memberikan kesaksian kepada kita tentang kelinci yang begitu dahsyat untuk melangsungkan kehidupan bisnis, ekonomi, pertanian dan investasi penghasil uang dalam jangka pendek dan panjang. Mereka yang bukan para peternak pun seyogianya mengenal potensi bisnis kelinci. (Adib Salim)

Bagian I

ASAL USUL KELINCI

- ke masa silam kelinci

-Penyebaran dan Domestifikasi

- Ia berjenis lagomorpha

- Pembantaian di Australia

-di Indonesia

-Mengenal beragam ras kelinci dunia

Bagian II

LEBIH AKRAB DENGAN KELINCI

-Memahami Karakter kelinci

- Anatomi kelinci

-Jenis kelamin

-Pola tidur

-kelinci sehat dan tidak sehat

Bagian III

SEKSUALITAS DAN PERTUMBUHAN

-Masa puber

-Ovulator dan hormon

-Cara mengawinkan

-Problem kawin

-Masa kehamilan

-Pelayanan saat melahirkan

-Perhatian setelah melahirkan

-Merawat Anak kelinci

-Pola makan anak

-Setelah 30 hari

-Masa remaja

-Perhatian terhadap induk

Bagian IV

PAKAN DAN POLA MAKAN KELINCI

-Di sekitar kita

-Komposisi

-Mencerna tanpa lambung

-Standarisasi pakan

-Tiga komponen pakan

-Pelet unggas untuk kelinci?

-Pasar pelet

-Alternatif selain pelet

-Membuat pakan dari bekatul

-Membuat pakan dari ampas tahu

-Bungkil kelapa sebagai tambahan

-Hay dan cara membuatnya

-Beberapa pakan yang dianjurkan

-Jadwal pemberian pakan

-Pentingnya air minum

-Pentingnya serat untuk kelinci

Bagian V

KANDANG SEHAT UNTUK KELINCI

-Syarat Pendirian Rumah kandang

-Lantai kandang

-Kandang Batere

-Ukuran Kandang batere

-Alas kandang batere

-Dua model kandang

-tempat pakan

-tempat minum

-kotak beranak

-kandang koloni

-kelengkapan dan efektivitas

-kebersihan kandang

Bagian VI

PENYAKIT DAN PENANGANAN KELINCI

-Luka

-Radang (kornea) mata

-Pilek

-Tungau Telinga

-Jamur Kulit

-Bisul

-Syaraf (tengeng)

-Kanibal

-Kencing dan Persoalannya

-Stres

-Penyakit pencernaan

-kembung

-Diare biasa/kasus caecotrophs

-Kokidiosis

-Mucoid enteropathy

-Mucoid Etiopathogenesis

-Caecal impaction

-radang usus

-Enterotoxaemia

-Inflammatory Chronic

-Sembelit

-Kuman Pasteurellosis

- Salmonellosis

- Lepotosporisis

- Cacingan

-Mengenal antibiotik

Bagian VII

KELINCI MENGHASILKAN APA?

-Antara hias dan pedaging

-Daging kelinci dan manfaatnya

-Etika memotong kelinci

-Penyembuh asma

-Olahan pasca panen

-Penghasil bulu (Fur)

-Manfaat feses kelinci

-Manfaat Urine

Bagian VIII

PRINSIP SUKSES BUDIDAYA KELINCI

-Budidaya secara modern

-Mencapai target pembudidayaan

-Memilih bibit yang baik

-Manajemen modal

-Manajemen pembudidayaan

-Prinsip dasar Kesuksesan

-Suhu bukan masalah

-Kebersihan syarat sukses

-“Waris” hanyalah mitos

-Antara uang dan kasih sayang

-Ekonomisme yang harus dihindari

-Kesuksesan dan kegagalan

-Pemberdayaan diri

-Ternak Terpadu

-Bargaining pasar

-Masalah mendesak

Bagian IX

LAIN-LAIN

-Glosarium

-Referensi

Yang sukses dari kelinci

Asep dan Budidaya Kelinci di Lembang

oleh: LIS DHANIATI

Nama Asep Sutisna relatif populer di kalangan peternak dan penggemar kelinci di Jawa Barat, bahkan Indonesia. Belajar tak kenal lelah membuat ia paham seluk-beluk beternak kelinci hias maupun pedaging. Melalui kelinci, ia ikut mengangkat derajat ekonomi warga Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kios kelinci begitu mudah dijumpai dalam perjalanan Bandung-Lembang. Tak hanya kelinci hidup, di jalur ini juga mudah ditemukan warung sate kelinci. Seekor kelinci hias dijajakan dengan harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Kelinci telah mendukung perekonomian ratusan peternak, banyak pedagang dan pekerja yang terlibat. Bagi mereka, kelinci tidak sekadar lucu, tetapi juga mampu menopang kehidupan rumah tangga.

Sebagai peternak sekaligus pembudidaya indukan kelinci, Asep Sutisna (45) kerap diundang sebagai narasumber di berbagai seminar. Dia juga menjadi anggota World Rabbit Science Association. Peternakan miliknya pun sering menjadi tempat belajar para pelajar, mahasiswa, serta siapa pun yang tertarik beternak kelinci, dan itu gratis. Tak heran jika ia berkawan akrab dengan banyak akademisi dari fakultas peternakan berbagai perguruan tinggi.

Sebagai peternak, Asep memiliki 100 peternak binaan. Dia tergolong sesepuh dalam kelompok peternak kelinci di kawasan Lembang yang beranggotakan sekitar 300 orang. "Potensi usaha ternak kelinci masih sangat bagus. Sampai sekarang pun peternak Lembang belum bisa memenuhi permintaan pasar, baik kelinci hias maupun pedaging," kata Asep.

Padahal, lanjut Asep, sedikitnya ada 130.000 ekor indukan kelinci di Lembang. Satu induk bisa melahirkan hingga 30 kali dengan jumlah anak rata-rata 5 ekor pada setiap kelahiran. "Sebagian kelinci malah bisa melahirkan sampai sembilan ekor," tuturnya.

Namun, sukses budidaya kelinci di Lembang itu tidak terjadi begitu saja. "Kalau sekadar memelihara kelinci, itu sudah lama dilakukan orang," ucap pria yang sulit mengingat kapan pastinya budidaya kelinci dimulai di Lembang.

Bukan pionir

Asep mengaku dia bukan pionir pemelihara kelinci di Lembang. Tahun 1990-an sebagian warga Desa Gudang Kahuripan sudah memelihara kelinci sebagai kegemaran. Ketika itu Asep justru masih bekerja sebagai juru foto. Bahkan, saat itu, lulusan sekolah teknik menengah jurusan listrik ini masih memiliki studio foto.

Sampai suatu hari anak laki-lakinya, Taufik Soleh, minta dibelikan kelinci. "Waktu itu dia masih anak-anak. Dia pengin punya kelinci karena melihat teman-temannya memelihara kelinci," cerita Asep.

Dia lalu membelikan anaknya lima kelinci yang kemudian dipelihara sambil lalu. Namun, ketika Taufik bosan terhadap kelinci-kelinci itu, Asep menjual lima ekor kelinci tersebut dengan cara memajangnya di jalur Bandung-Lembang. "Ternyata laku. Jadi saya beli kelinci lagi untuk dijual, eh ternyata laku lagi," ujarnya.

Meski demikian, berjualan kelinci hanyalah usaha sampingan yang tak dijalani Asep dengan serius. Dia masih menekuni studio fotonya. Sampai suatu hari telepon dari sang istri menjadi titik baliknya.

"Saat itu saya sedang di studio, istri saya telepon minta saya cepat pulang. Katanya, banyak yang mau membeli kelinci," tutur Asep.

Peristiwa itu hampir bersamaan dengan krisis moneter 1997-1998 yang membuat harga barang-barang naik drastis, termasuk film untuk keperluan studio fotonya. Asep pun memutuskan serius beternak kelinci.

Namun, dia harus menghadapi kenyataan pahit ketika banyak kelinci peliharaannya terserang scabies. Sebagai peternak pemula, Asep belum tahu cara mengatasi penyakit itu hingga banyak kelincinya yang mati. Itu sempat membuat Asep berpikir untuk banting setir, pindah usaha sebagai peternak sapi.

Meskipun tak punya sapi, Asep nekat ikut pelatihan. "Mentornya warga negara Jepang. Di pelatihan itu, dia malah menyarankan saya tetap menekuni ternak kelinci," cerita Asep.

Ia pun belajar banyak dari orang Jepang tersebut. Salah satu hasilnya, ia bisa mengatasi masalah penyakit scabies pada kelinci. Selain ikut berbagai pelatihan, ia juga belajar memelihara dan membudidayakan kelinci dari mereka yang dinilainya lebih berpengalaman. "Saat itu buku referensi tentang budidaya kelinci masih jarang," ujar ayah dua anak itu.

Sedikit demi sedikit Asep mampu menguasai seluk-beluk tentang kelinci. "Kalau mau berhasil jadi peternak, kita harus memahami berbagai hal yang terkait, dari hulu sampai hilir. Jadi kita tidak tergantung dari pihak lain. Banyak peternak ayam yang gulung tikar karena tidak menerapkan konsep itu," katanya.

Menyilangkan

Tak puas hanya membudidayakan jenis kelinci yang biasa dipelihara warga setempat, Asep lalu mendatangkan indukan kelinci dari luar negeri. Dia menyilangkan indukan kelinci impor itu dengan jenis kelinci yang ada.

Kini, ada berbagai jenis kelinci yang diternakkan di Lembang, antara lain American rex, American fuzzy lop, Lop holland, English angora, Dutch, Himalayan, Netherland Dwarf, dan Lion.

Selayaknya dokter hewan, ia pernah meneliti anatomi kelinci dengan membedah bagian pencernaan. Asep juga mempelajari berbagai hal menyangkut pakan kelinci.

"Dulu, saya banyak menghabiskan waktu di kandang untuk mengamati kelinci. Sering saya baru keluar kandang pukul 02.00 atau 04.00. Istri saya sampai bilang, tidur saja di kandang," cerita Asep yang kini omzetnya berkisar Rp 10 juta per minggu ini.

Kerja kerasnya tidak sia-sia. Ia juga bisa memproduksi dan memasarkan pakan berupa pelet kering. Ia membuat produk olahan daging kelinci berupa nugget, sosis, dan burger. "Produk olahan belum banyak kita buat karena daging kelinci sangat terbatas. Peternak suka memelihara kelinci hias yang lebih menguntungkan," katanya.

Untuk sate digunakan kelinci hias apkiran. Bahkan, pedagang sate kadang mendatangkan kelinci pedaging dari luar Lembang. "Harga daging hanya bisa ditekan jika peternak fokus pada penjualan kulit kelinci. Harga satu lembar kulit kelinci jenis American rex, misalnya, berkisar 8-16 dollar AS. Itu pun permintaannya tak bisa dipenuhi peternak," ujar Asep.

Masih ada yang ingin diwujudkan Asep, yakni mendirikan usaha kelinci terpadu, mulai dari peternakan, pembibitan, industri produk olahan, pengolahan kulit, restoran, hingga wisata kelinci.

"Kalau cita-cita saya tercapai, pasti ribuan tenaga kerja bisa terserap ya," ucapnya tentang cita-cita yang tentunya membutuhkan investasi miliaran rupiah itu.

http://www2.kompas.com/ver1/Ekonomi/0711/27/100307.htm

Sumber: Kompas

http://kelinci.wordpress.com

Situs Kabar Kelinci Indonesia http://kelinci.wordpress.com